Rabu, 23 Desember 2009

PERTEMUAN ORANGTUA PDCI SD BINA INSANI

Bogor, 23 Desember 2009
Penjelasan Program Peserta Didik Cerdas Istimewa SD Bina Insani
Nara Sumber I : Amril Muhammad, SE, M.Pd.
Sek.Jend Asosiasi CI+BI Nasional
Wk. Direktur Asessment Center PK/PLK Nasional
Materi :
LAYANAN PENDIDIKAN
Untuk Peserta Didik Yang Memil;iki Potensi Kecerdasan/bakat Istimewa (Gifted)
Pendidikan Khusus CI+BI
  1. Selaras dengan fungsi utama pendidikan : mengembangkan potensi siswa secara utuhdan optimal.
  2. Strategi pendidikan yang bersifat masal memberikan perlakuan standar/rata-rata, sehinggatidak memperhatikan perbedaan kecakapan, minat, dan nbakat siswa.
  3. Dampaknya -> keunggulan akan muncul secara acak dan sangat tergantung kepada motivasi belajar siswa serta lingkungan belajar dan mengajarnya.
  4. Perhatian khusus bukan upaya diskriminasi, tetapi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.
  5. Melalui penyelenggaraan pendidikan khusus bagi siswa CI+BI, diharapkan potensi-potensiyang selama ini belum dikembangkan secara optimal, akan tumbuh dan menunjukkan kinerjayang baik. Kondisi ini pada gilirannya akan dapat memberikan kontribusi terhadap kehormatan dan nama baik bangsa Indonesia di antara bangsa-bangsa lain di dunia.
Beberapa Catatan
  • Perintisan pelayanan pendidikan bagi anak cerdas/berbakat berubah-ubah seiring denganpergantian pimpinan dan kebijakkan dijajaran Depdiknas
  • Sorotan negatif tentang akselerasi -> ekslusif
  • Akselerasi satu-satunya layanan CI/BI
  • Pembelajaran masih menekankan daya seraphasil akhir kelulusan siswa program akselerasi juga tetap mengacu pada UN siswa reguler
  • Munculnya kebijakan SBI dan sistem SKS
Upaya-upaya Pembenahan
  1. Kompetensi Siswa CI/BI sama dengan siswa normal -> Dirumuskan kompetensi yang sesuai dengan kualifikasi cerdas/berbakat istimewa
  2. Layanan pembelajaran semata-mata percepatan (akselerasi) -> Layanan pembelajarandiarahkan pada aktualisasi potensi kecerdasan/bakat istimewa. Percepatan dimungkinkan, tetapi subtansi keilmuan yang harus dikuasai tidak boleh terabaikan.
  3. Pemberian komponen lofe skill sangat minim karena waktu habis untuk mengejar targetpencapaian materi -> Life Skill untuk siswa CI/BI harus dirumuskan dan diberikan sebagaiminor competence melalui program sertifikasi dan uji kompetensi

Senin, 21 Desember 2009

VERIFIKASI PROGRAM CI SD BINA INSANI

Senin, 30 Nopember 2009

KUNJUNGAN TIM VIRIFIKASI PROVINSI
KE KELAS AKSELERASI 5 A SD BINA INSANI





KUNJUNGAN TIM VIRIFIKASI PROVINSI
KE LAB.KOMPUTER SD BINA INSANI







KUNJUNGAN TIM VIRIFIKASI PROVINSI
KE PERPUSTAKAAN SD BINA INSANI

Rabu, 16 Desember 2009

INTERVIEW ORANGTUA PDCI SD BI

Suasana registrasi pelaksanaan interview hari Sabtu, 12 Desember 2009 pukul 07.30 s.d. 10.00
Orangtua begitu antusias untuk mengikuti tahap interview

Suasana registrasi pelaksanaan interview hari Sabtu, 12 Desember 2009 pukul 07.30 s.d. 10.00
Orangtua begitu antusias untuk mengikuti tahap interview




Di dalam ruangan interview, orangtua siswa CI yang dihadiri oleh kedua orangtuanya, terlihat serius mengikuti dan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh interviwer.

Suasana di luar ruang interview, orangtua CI dengan "sabar" menunggu giliran untuk di interview.
Interviewer sedang mengajukan beberapa pertanyaan pada orangtua calon PDCI.

Jumat, 30 Oktober 2009

PROFIL



TERUS BERINOVASI
'Pendidikan" (Radar Bogor-Sabtu, 31 Oktober 2009/12 Dzulqaidah 1430H)

DIPERCAYA sebagai Kepala SD Bina Insani, tak membuat Mat Ali Karjam menghentikan inovasi dan kreativitasnya dalam mengajar. Malahan, dengan jabatan penting tersebut, Ali mengaku kian tertantang untuk membawa SD Bina Insani meraih banyak prestasi. Apalagi, Ali sudah terbilang lama mengajar di Bina Insani. Untuk itulah, di bawah kepentingannya tahun ini, SD Bina Insani mulai memfasilitasi siswa-siswa luar biasa untuk dipersiapkan menjadi wakil diajang olimpiade maupun berbagai kejuaran.

"Kami memberikan pelayanan khusus untuk siswa yang nanti masuk program Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI)," jelasnya. Bahkan, kata dia, baru-baru ini SD BI juga terpilih sebagai wakil Kota Bogor untuk lomba UKS (unit kesehatan sekolah,red) ditingkat provinsi. "Mudah-mudahan, kita bisa juara untuk lomba UKS sekolah dasar," pungkasnya. (pia) - Radar Bogor.

MENGENAL & MEMAHAMI ANAK CERDAS ISTIMEWA



Si Anak telah mampu membaca sebelum masuk sekolah, perkembangan bahasanya lebih cepat dan baik, begitu pula perbendaharaan katanya lebih banyak, suka mencari tahu jawaban dari "bagaimana" dan "mengapa" tentang sesuatu hal, mampu bekerja mandiri sejak kecil dan melakukan pemusatan perhatian dalam jangka panjang.
Banyak dari kita pernah melihat anak-anak ini : sangat berprestasi dalam satu bidang, tapi juga sangat ketinggalan pada bidang lainnya. Ada pula yang tampak mempunyai kekurangan secara fisik tepi memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat yang luar biasa. Ada juga yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan dalam berkomunikasi tetapi memiliki kekuatan analisa yang sangat baik.
Mereka tergolong anak-anak berkebutuhan khusus. Sehingga penanganan bagi anak-anak gifted, termasuk pendidikannya perlu dilakukan secara khusus. Tanpa layanan pendidikan khusus mereka tidak akan dapat mengaktualisasikan keunggulan potensinya untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Tanpa layanan pendidikan khusus suatu bangsa akan kehilangan aset yang tak ternilai harganya. (Prof. Mulyono Abdurrahman-UNJ)

Ciri-ciri anak giftes
Menurut Dr. Endang Widyorini pakar gifted and talented children -Univ. Soegyapranata
Ciri-ciri anak gifted yaitu : anak telah mampu membaca sebelum masuk sekolah, perkembangan bahasanya lebih cepat dan baik, perbendaharaan katanya lebih banyak, suka mencari tahu jawaban dari "bagaimana" dan "mengapa" tentang sesuatu hal, mampu bekerja mandiri sejak kecil dan melakukan pemusatan perhatian dalam jangka panjang, mempunyai minat yang luas, bervariasi dan mendalam,mempunyai energi yang tinggiberhubungan dan berespon baik terhadap orangtua, guru, dan orang dewasa. Suka berteman dengan anak yang berusia di atasnya, suka mempelajari sesuatu yang baru dan mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan efisien. Keberbakatan anak gifted bersifat heterogen, artinya, sama seperti anak normal lainnya, bakat setiap anak gifted tentusaja berbeda satu sama lain. Maka upaya pengenalan dan penangannya juga berbeda. Mengalami perkembangan berbeda (uneven development). Mereka cenderung sangat pesat dalam satu aspek tapi pada saat bersamaan ada aspek lain yang terlambat. Anak gifted dipastikan memiliki kesulitan belajar (learning disability).

Pengenalan dini
Setelah mengetahui ciri-cirinya, orang tua selanjutnya harus mengupayakan pengenalan sejak dini. Langkah ini bisadilakukan melalui tes psikologi, mengamati perkembangan anak sejak dinidengan membandingkannya dengananak lain yang seusia dengannya. serta mengamati minat dan kebiasannya.

Pendidikan anak gifted
Anak-anak gifted harus mendapat layanan pendidikan khusus. Pemerintah sendiri telah menjawabnya dengan merintis kelas akselerasi sejak 1998. Dalam perkembangannya kemudian, kelas akselerasidirasakan belum mampu memenuhi layananpendidikan yang dibutuhkan anak-anak cerdas istimewa ini untuk bisa mengoptimalkan potensi diri mereka secara keseluruhan.
Kelas akselerasi tak ubahnya sebuah program eksklusif yang hanya menekankan pada kemampuan kognitif. Kemudian timbul kekhawatiran bahwa anak-anak istimewa ini tidak mampu untuk mengembangkan kemampuan emosional dan kreativitas yang dibutuhkan untuk bisa berkarya danhidup dalam masyarakat. Beberapa pakar pendidikan sepakat bahwa kelas akselerasi yang ada sekarang ini tak lebih dari upaya pemadatan waktu agar anakcerdas istimewa bisa menyelesaikan pendidikan lebih cepat.
Pemerintahpun akhirnya memutuskan untuk mengubah total pelaksanaan kelas akselerasi bagi anak berbakat istimewa mulai tahun lalu 2006 karena dianggap tidakjelas arahnya. Selama ini kelas akselerasi telah dibuka di 130 sekolah reguler dari tingkat TK hingga SMA se Indonesia. Secara keseluruhan jumlah murid yang mengikuti kelas akselerasi mencapai 3000 orang.

Menurut Direktorat Pembinaan SLB pada Dirt PSLB Ditjen Manajemen Pendidikan dasar dan Menengah Depdiknas Ekodjatmiko Sukarso, pedoman pelaksanaan kelas akselerasi akan diubah. Kelas akselerasi bukan sekadar program percepatan tahun bersekolah, melainkan merupakan pengayaan dan pendalaman bagi anak, khususnya untuk Matematika dan IPA. Sekolah yang membuka kelas akselerasi harus menyelenggarakan pembelajaran di kelas berbeda untuk mata pelajaran MIPA. Mata pelajaran lainnya diselenggarakan di kelas reguler. Pembelajaran MIPA juga harus menggunakan pengantar Bahasa Inggris dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Kesimpulan

Pelayanan pendidikan yang mengarah pada inklusivitas rupanya menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. melalui sekolah inklusif maka anak gifted selain dapat ditumbuhkan semangat sosialnya, juga dapat diarahkan untuk mampu melakukan interaksi sosial dengan lingkungan disekitarnya. tetapi adalah juga tidak bijak bila keinginan untuk mengoptimalkan potensi kecerdasan dan juga keberbakatan seorang anak gifted tidak dibarengi dengan interaksi sosial dengan anggota masyarakat. Karena itu, inklusivitas menjadi solusi paling ampuh untuk meminimalkan munculnya masalah-masalah sosial pada anak gifted.
Menurut Mulyono, inklusif tidaklah sekedar menyatukan anak gifted dengan anak normal lainnya dalam sebuah kelas reguler. Tapi tetap mengedepankan aspek-aspek khusus yang harus diberikan kepada anak gifted, sebab walau bagaimanapun mereka tidaklah normal. "Men
gintegrasikan anak dengan kebutuhan khusus bersama anak lain pada umumnya dalam suasana kompetitif yang tidak sehat adalah ibarat memasukkan anak domba ke kandang singa'"

Rabu, 28 Oktober 2009

SD BI FASILITASI SISWA ISTIMEWA


Sukses dengan penyelenggaraan program akselerasi, SD Bina Insani kembali membuka "program baru" untuk memfasilitasi siswa istimewa. Program tersebut dinamai CI+BI (Cerdas Istimewa dan/atau Bakat Istimewa) kata Kepala SD Bina Insani Mat Ali Karjam., pihaknya memberi fasilitas kepada anak-anak istimewa atau luar biasa, "Sesuai namanya, siswa cerdas, khususnya dalam mata pelajaran sains dan matematika atau berbakat diluar akademik, akan dibina untuk disiapkan dan diarahkan ke ajang-ajang olimpiade", jelas Ali.
Bahwa CI+BI berbeda dengan kelas akselerasi, yang memang secara rutin mendapat materi supercepat. "Siswa yang mengikuti CI+BI, bisa dari kelas reguler dan tidak dipaksa. Kita memberi pengayaan dengan fasilitas dan waktu khusus kepada anak-anak luar biasa tersebut".
Selain wadah pembinaan untuk ajang perlombaan atau olimpiade, siswa yang mengikuti program CI+BI juaga diharapkan bisa menjadi tutor sebaya bagi teman sekelasnya.
Penjaringan siswa CIBIsudah dimulai sejak anak duduk di kelas. "Sejauh ini kita masih pada tahap observasi yang akan berjalan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi psikotes," Meski mendapat fasilitas dan waktu khusus, siswa yang mengikuti program CI+BI tetap mengikuti pembelajaran seperti biasa di kelas reguler. "Karena mereka memang siswa reguler namun memiliki prestasi dan kompetisi di atas rata-rata," papar Ali.
Di samping menjadi tutor sebaya, mereka yang difasilitasi melalui CI+BI ini diharapkan memiliki kreativitas dan komitmen/tanggung jawab tinggi sebagai wakil sekolah dalam mengikuti ajang olimpiade sesuai kompetensinya. "Jadi ini semacam wadah pembinaan dini dan regenerasi dari juara-juara olimpiade siswa SD Bina Insani sebelumnya."
Agar ketika ada ajang olimpiade tingkat kota, propinsi, nasional dan internasional, SD BI sudah siap dan tidak mengirim siswa yang instan. Mereka benar-benar diasah dengan layanan terarah dan berkesinambungan. Kita juga bekerjasama dengan pihak ketiga dalam enrichmen Sains dan Matematika yakni dengan Macht and scince club (MSC)," tukasnya (pia)

SD BI MEMBUKA PROGRAM PDCI


Sukses dengan penyelenggaraan program akselerasi, SD Bina Insani kembali membuka program baru untuk memfasilitasi siswa istimewa. Program tersebut dinamai CIBI (Cerdas Istimewa Bakat Istimewa) kata Kepala SD Bina Insani Mat Ali K., pihaknya memberi fasilitas kepada anak-anak istimewa atau luar biasa, "Sesuai namanya, siswa cerdas, khususnya dalam mata pelajaran sains dan matematika atau berbakat diluar akademik, akan dibina untuk disiapkan dan diarahkan ke ajang-ajang olimpiade", jelas Ali.
Bahwa CIBI berbeda dengan kelas akselerasi, yang memang secara rutin mendapat materi supercepat. "Siswa yang mengikuti CIBI, bisa dari kelas reguler dan tidak dipaksa. Kita memberi pengayaan dengan fasilitas dan waktu khusus kepada anak-anak luar biasa tersebut".
Selain wadah pembinaan untuk ajang perlombaan atau olimpiade, siswa yang mengikuti program CIBI juaga diharapkan bisa menjadi tutor sebaya bagi teman sekelasnya.
Penjaringan siswa CIBIsudah dimulai sejak anak duduk di kelas. "Sejauh ini kita masih pada tahap observasi yang akan berjalan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi psikotes," Meski mendapat fasilitas dan waktu khusus, siswa yang mengikuti program CIBI tetap mengikuti pembelajaran seperti biasa di kelas reguler. "Karena mereka memang siswa reguler namun memiliki prestasi dan kompetisi di atas rata-rata," papar Ali.
Di samping menjadi ttttutor sebaya, mereka yang difasilitasi melalui CIBI ini diharapkan memiliki kreativitas dan tanggung jawab tinggi sebagai wakil sekolah dalam mengikuti ajang olimpiade sesuai kompetensinya. "Jadi ini semacam wadah pembinaan dini dan regenerasi dari juara-juara olimpiade siswa SD Bina Insani sebelumnya."
Agar ketika ada ajang olimpiade tingkat kota, propinsi, nasional dan internasional, SD BI suadah siap dan tidak mengirim siswa yang instan. Mereka benar-benar diasah dengan layanan terarah dan berkesinambungan. Kita juga bekerjasama dengan pihak ketiga yakni Klinik Pendidikan MIPA dan Macht scince club (MSC)," tukasnya (pia)